Rabu, 03 Juli 2013

Diskusi Buku Mingguan



Selasa, 19 Februari 2013
Mahasiswa sebagai agen perubahan dan menjadi salah satu tombak dalam pergerakan bangsa menjadikan mahasiswa memiliki beban dan tanggung jawab yang harus dipikulnya. Salah satu bentuk perjuangan serta pergerakan mahasiswa adalah dengan menulis dan membaca. Membaca sejatinya merupakan sebuah proses menemukan informasi dari sebuah buku atau sumber bacaan lainnya sedangkan berdiskusi dapat dikatakan sebagai salah satu cara unuk menyampaikan informasi dan saling bertukar pikiran akan informasi tersebut, dari diskusi juga dapat mengembangkan pola pikir dan berlatih untuk melihat dari berbagai sudut pandang baik secara objektif maupun secara objektif dari orang perorang. Kegiatan diskusi buku ini tidak lain berfungsi sebagai salah satu media untuk penyampaian informasi serta berbagi ilmu dari buku yang dibaca dan mengungkapkan berbagai pandangan serta bertukar pikiran mengenai isi dari buku tersebut.

a. Dunia Semar karya Ardian Kresna
Diskusi buku minggu ini dimulai dengan pembukaan dari Saudari Rohaeni sebagai moderator dan penyampaian isi buku dari saudara Muhamad Yunus yang mengulas buku berjudul Dunia Semar karangan Ardian Kresna, salah satu penulis terkenal dalam spesialisasi pewayangan. Buku ini secara garis besar menceritakan mengenai salah seorang tokoh dalam dunia pewayangan yang muncul bersama tokoh punakawan lainnya yakni Petruk, Gareng dan Bagong. Keempat tokoh ini dapat dikatakan sebagai tokoh yang hanya muncul dalam dunia pewayangan di tanah air karena tokoh ini tidak muncul dalam cerita pewayangan di negara lain, bahkan di tanah Hindustan sebagai negara asalnya.
Semar digambarkan sebagai sosok yang bijaksana dan menjadi pembawa “hidden curriculum” –memakai istilah dalam dunia pendidikan yang dikutip oleh kang Yunus- yang pada awalnya dimunculkan untuk memberikan warna baru yang bernuansa humor agar pementasan pewayangan tidak monoton tetapi tetap sesuai dengan jalan ceritanya. Pementasan wayang sendiri pada awalnya hanya dipentaskan pada acara-acara sakral tertentu namun pada perkembangannya wayang jugalah yang menjadi salah satu media dakwah dalam penyebaran agama islam seperti yang dilakukan oleh Sunan Kalijaga dari tanah Jawa.
Semar sebagai salah satu cerminan dari sifat manusia, secara filosofis digambarkan dengan bibir tersenyum dan mata menangis sebagai cerminan dari dua sifat dasar emosional manusia yang tak pernah terlepas dari kebahagiaan dan kesedihan yang saling mengisi satu sama lain dan tidak dapat terpisahkan layaknya dua sisi mata uang yang kehadirannya akan datang silih berganti dalam kehidupan manusia. Semar digambarkan dengan memiliki raut wajah berkeriput tetapi rambut berkucir yang merupakan cerminan dari keadaan manusia yang senantiasa memiliki sisi anak kecil dalam dirinya. Semar juga digambarkan sebagai sosok yang memiliki perut besar sebagai gambaran dari ketidakterbatasan hawa nafsu yang dimiliki oleh manusia, dada besar sebagai gambaran dari sisi feminim yang dimiliki bahkan olel pria serta berbadan bulat sebagai bentuk kesederhanaan dan kebijaksanaan yang dimiliki manusia.
Dalam satu versi mengenai asal dari tokoh semar ini menyebutkan bahwa semar berasal dari telur yang diminta oleh Sanghyang Manunggal kepada Antaboga yang akhirnya pecah menjadi 3 bagian yakni kuning telur yang akhirnya menjadi Batara Guru, Cangkang telur yang pada akhirnya menjadi Bagong serta Putih Telur yang menjadi Semar atau Batara Ismaya.

b. Ethic at Work
Setelah penyampaian dan penjelasan mengenai Semar sebagai salah satu tokoh pewayangan yang sering menjadi ikon dalam dunia pewayangan di Indonesia pada khususnya, diskusi buku dilanjutkan dengan penyampaian serta penjelasan isi buku yang berjudul Ethic at Work oleh Saudari Lisna Rachmayanti. Buku ini ditulis oleh salah seorang direktur pada lembaga kursus kepribadian di Amerika yang membuka cabangnya di Indonesia. Buku ini berisi mengenai bagaimana etika dalam bekerja serta mencintai pekerjaan yang digeluti. Selain etika dalam bekerja, buku ini juga mengajarkan bagaimana etika dalam berperilaku dan memposisikan diri dalam berbagai keadaan dan kondisi. Seperti bagaimana memposisikan diri ketika berbicara dengan lawan bicara yang berasal dari kalangan high class tentunya akan berbeda dengan cara kita berbicara dengan lawan bicara yang berasal dari kalangan low class atau middle class. Buku ini juga menjelaskan mengenai bagaimana tata aturan dan attitude dalam menjenguk orang sakit dan berinteraksi dengan rekan bisnis.
Ethic at Work pun menjelaskan kepada pembacanya bagaimana cara membaca ekspresi, tingkah laku serta tindakan seseorang yang menyiratkan apa yang dia pikirkan atau apa yang dia rasakan. Buku ini bisa kita sebut sebagai buku kursus kepribadian dan buku psikologis yang tentunya akan sangat bermanfaat bagi kita baik dalam kehidupan sehari-hari, dalam pekerjaan dan bisnis maupun dalam kaitannya dengan interaksi antar individu ataupun dalam masyarakat pada umumnya.


c. Surat dari Sang Maha Pencipta
Surat dari Sang Maha Pencipta merupakan kumpulan cerita dari seluruh dunia yang pada intinya menceritakan penggalan-penggalan kisah mengenai kehidupan manusia dengan berbagai permasalahan dan kendalanya dalam proses menemukan arti kehidupan dan memaknai kehidupannya. Buku ini ditulis oleh Fani Krismawati atau memiliki nama pena Vanny Chrisma W dan berisikan total 96 buah cerita pendek yang menggugah emosi dan perasaan pembacanya yang disampaikan dan dipaparkan oleh Saudari Elin Karlina.
Dalam salah satu cerita dari buku Surat dari Sang Maha Pencipta ini berjudul Cerita Si Tukang Cukur yang menceritakan mengenai interaksi antara tukang cukur dan orang yang dicukurnya. Orang yang dicukur ini menanyakan mengenai eksistensi Tuhan, dia beralasan bahwa jika Tuhan ada maka tidak akan ada di dunia ini orang yang berduka, bersedih dan mengalami kesulitan. Ketika si tukang cukur kesulitan untuk menjawabnya, maka si penanya tersebut merasa menang. Tetapi, sebelum keluar dari tempat si tukang cukur tadi, mereka melihat seorang laki-laki yang memiliki rambut gondrong dan panjang. Lalu tukang cukurpun berkata “saya yakin tidak ada tukang cukur di dunia ini”. Tentu saja hal ini membuat orang yang dicukur berkata dengan sedikit kesal “bagaimana mungkn kau mengatakan bahwa tukang cukur itu tidak ada? Sementara saya baru saja selesai bercukur disini?” lalu si tukang cukur itu pun menjawab “karena jika ada tukang cukur, maka tidak akan ada orang yang berambut panjang dan gondrong”. Orang yang dicukur itu pun diam. Hal ini menjelaskan bahwa bagaimana kita menganggap Tuhan itu ada bukanlah berada dalam tataran logika manusia, melainkan berada dalam hati dan sanubari setiap manusia dengan bagaimana usahanya mencapai tujuan dari hiduonya sendiri.
Dalam judul lain buku ini yang berjudul Surat dari Sang Maha Pencipta, penulis menguraikan sebuah tulisan yang memposisikan dirinya sebagai Tuhan yang dengan sabarnya menunggu Syukur dari hambanya yang bahkan tidak pernah mengingatnya namun tetap dengan sifatnya yang Maha Pengasih dan Penyayang tetap memberikan Rezekinya kepada setiap hambaNya. Hanya saja, sisi negatif dan celah yang menjadi kritikan dari buku ini adalah kesan penulis yang memunculkan sifat Tuhan layaknya manusia yang layaknya ingin mendapatkan pujian dan menunggu syukur dari hambaNya, padahal Kuasa Tuhan tidak berbatas.




d. Kemampuan Otak Bayi
Saudari Anita Sukmayanti menyajikan sebuah paparan dari sumber bacaan yang ia dapatkan dari artikel yang memuat mengenai kemampuan otak bayi dengan segala kelebihan dan keutamaannya. Secara perkembangan sistem kognitifnya, manusia memang mengalami perkembangan yang sangat pesat pada usia antara 0-3 tahun dibandingkan usia lainnya. Artikel ini mengupas mengenai kemampuan bayi meraba dan mengartikan emosi dari orang-orang di sekelilingnya, bagaimana ia merasakan kenyamanan dan kehangatan dalam dekapan sang Ibu, merespons setiap tindakan dan stimulus yang diberikan oleh orang-orang di sekelilingnya. Selain itu, bayi juga memiliki kemampuan dalam meniru dan menilai karakter-karakter orang yang ada di sekeliling mereka.

e. Bukan Guru Umar Bakri karya Zaina Umuri
buku Bukan Guru Umar Bakri ini menjadi penutup pembahasan pertemuan kami mengenai diskusi buku kali ini. Buku ini menceritakan bagaimana seorang guru sebagai pendidik juga bisa melakukan bisnis atau usaha-usaha lain yang dapat menunjang kondisi perekonomian dan meningkatkan pendapatan disertai dengan kiat-kiat dan tips-tips dalam pengelolaan usaha tersebut.
Sebagai seorang pendidik, guru memiliki tugas, fungsi serta peranan menjadi seorang pendidik dan pembimbing bagi peserta didiknya. Selain kedua tugas mulia tersebut, seorang guru pun dituntut untuk memiliki kecakapan menjadi seorang tauladan, trainer pendidikan, pendongeng dan tuntutan-tuntutan lain yang berkaitan erat dengan profesi keguruannya.
Guru selain menjadi tenaga pengajar dan pendidik di sekolah juga mampu dan boleh mengembangkan sayapnya di bidang usaha dan bisnis lain dengan penguasaan kunci yang berupa mengoptimalkan seluruh potensi yang dimiliki oleh guru untuk mengembangkan usaha barunya. Selain itu juga dengan trik penguasaan dalam bidang yang digelutinya dan melakukan pekerjaan yang digelutinya dengan cinta serta senantiasa untuk mencoba berfikir realistis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar