Bandung pusat fashion,
Bandung tempat jajanan kuliner, Bandung kota kembang, Bandung kota Parahyangan,
begitu banyak julukan yang menempel pada ibukota provinsi yang satu ini. Kota
yang menyajikan berbagai keindahan dan daya tarik di dalamnya.
Bandung, ibukota provinsi
Jawa Barat ini merupakan salah satu kota yang membuat saya langsung jatuh cinta
ketika pertama kali mengunjunginya. Tak seperti kawan-kawan yang lain yang
mungkin sudah mengunjungi Kota parahyangan ini sejak Sekolah Dasar atau Sekolah
Menengah Pertama. Saya baru mengunjungi kota ini ketika kelas 2 SMA, itu pun
untuk megikuti sebuah perlombaan dan saya langsung jatuh cinta pada kota ini.
Pertama kali berkunjung ke
Bandung, saya berkesempatan mengunjungi Tangkuban Parahu, tempat wisata yang
hidup dan tumbuh di tengah legenda yang menyelimutinya. Legenda Sangkuriang.
Kawah yang luar biasa indah dengan segala pesonanya, layaknya gadis yang tumbuh
dengan pipi yang merona tersipu malu. Cantik dan penuh misteri. Tak heran jika
kota ini dan sekitarnya dijuluki sebagai kota Parahyangan (kota para Dewa).
Lain tangkuban parahu, lain
pula wisata yang terletak lebih ke tengah kota, berbagai Factory Outlet dan
pusat-pusat perbelanjaan tersebar di hampir seluruh wilayah kota Bandung,
karena Bandung merupakan Paris Van Java, julukan yang berkembang ketika masa
kolonial Belanda. Hal ini merujuk pada kondisi fisik dan iklim kota Bandung
yang mirip dengan kota Paris. Selain itu, julukan ini juga menjadikan kota
Bandung sebagai salah satu kota pusat fashion di Indonesia layaknya Paris yang
menjadi pusat fashion dunia. Entahlah, saya pribadi pun tidak begitu mengerti
akan dunia fashion. Jangan lupa pula dengan Braga, gedung sate, jalan Asia
Afrika, dan tempat-tempat lain yang bernuansakan sejarah dan menjadi saksi bisu
perjalanan sejarah kota Bandung pada khususnya dan Indonesia pada umumnya.
Awalnya, saya kira Bandung
sama halnya dengan kota-kota besar seperti Jakarta pada umumnya yang panas,
sesak, keras, dan tidak ramah. Tetapi di kota ini justru saya menemukan
keluarga baru, menemukan suasana yang nyaman layaknya di rumah. Bandung kota
yang ramah, tradisi tegur sapa masih jelas terlihat disini (khususnya di
wilayah Selatan Bandung). Lokasinya yang terletak di dataran tinggi menjadikan
wilayah Bandung Selatan bersuhu rendah dan sejuk.
Setelah tinggal dan hidup di
kota ini selama kurang lebih 3 tahun dan masih berjalan hingga saat ini, tak
ada yang berubah dalam hati saya layaknya jatuh cinta pada pandangan pertama
dan jatuh cinta pada hal yang sama berkali-kali. Menyenangkan. Saya tinggal di
daerah Bandung Selatan, jadi cukup jauh dengan hiruk pikuk kota besar Bandung,
disini justru begitu tenang, sejuk, rindang serta memiliki pemandangan yang
Indah.
Taman kampus yang sejuk dan rindang
menjadi tempat terfavorit saya di kota ini, suasana tenangnya, anginnya yang
sejuk, rindangnya pepohonan, bunga teratai yang tumbuh di kolamnya, daun-daun
yang menguning dan gugur di musim tertentu, hiruk pikuk aktivitas mahasiswa,
inilah tempat dengan berjuta kenangan manis di dalamnya. Taman Partere
Universitas Pendidikan Indonesia.
Di kota ini pulalah saya
jatuh cinta pada seseorang. Seakan-akan kota ini benar-benar menyuguhkan cerita
cinta dan daya tarik yang membuat saya bertemu dengannya. Di kota ini saya
jatuh cinta.
Bandung, 24 Juli 2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar