Minggu, 13 Oktober 2013

Tentang Aku, Tentang Kamu, Tentang Kita

Aku, seorang wanita biasa yang tidak punya ketertarikan dalam hal apapun. menjalani hidup dengan "seadanya" dan hanya hidup untuk diri saya sendiri. senantiasa mencoba menjadi lebih baik, melangkah dari masa lalu. Menutup hati dan diri untuk siapapun, hidup untuk diri saya sendiri.

Kehidupan yang biasa. sungguh biasa. Orientasi hanya pada pendidikan. Aku, wanita biasa. bukan siapa-siapa.


Kamu, seorang laki-laki kharismatik yang juga mencoba melangkah di jalur yang sama, melangkah dari masa lalu. Pecinta organisasi, berpikiran luas dan berjiwa idealis. serius, pemikir dan memiliki visi. seorang yang saya anggap sebagai kakak yang senantiasa bisa diandalkan untuk sharing dan pemecahan masalah.


Lalu, kita bertemu pada satu titik yang sama, frekuensi yang sama, jalur yang sama. mencoba meleburkan kata aku dan kamu menjadi sebuah kata baru: KITA.

Kita pun mencoba melangkah bersama, saling membantu dan megulurkan tangan, saling tersenyum untuk menguatkan, saling menghapus trauma dan kebencian akan menjalin sebuah hubungan, saling berbagi cerita, saling berbagi kesedihan, saling berbagi semangat. menjadi penguat dan pengait untuk satu sama lain.

berjalan, melangkah, berlari bahkan tertatih bersama. tetaplah berada pada satu jalur yang sama, tetaplah menjadi pengemudinya.

Kita, mengibaratkan hidup ini sebagaimana perjalanan dengan mobil. Kamu, pengemudi yang telah menjelajah tahun-tahun dihidupmu menemukan dan memilih saya sebagai navigatormu, Jalanan ini sebagai waktu, jalan dibelakang adalah masa lalu, dan mobil ini sebagai kehidupan. tetaplah menembus jalan didepan yang masih begitu tebal dengan kabut, bersama saya. 


-M.Y.-

Cirebon, 13 Oktober 2013.

Jumat, 11 Oktober 2013

Mempercayakan atau terpaksa percaya"

Percaya, mempercayakan atau terpercayakan?

rasa percaya atau kepercayaan memang sulit sekali ditumbuhkan dan dimiliki khususnya kepada para pemimpin bangsa ini. jangankan sekelas bangsa, krisis kepercayaan terhadap pemimpin ternyata dirasakan pula oleh ruang lingkup yag lebih kecil. seperti organisasi mahasiswa, organisasi kelas bahkan pada diri kita sendiri. sekarang, cobalah bertanya pada diri anda sendiri, percayakah anda bahwa anda akan tetap pada pendirian anda ketika sedang menghadapi masalah dan intervensi dari berbagai pihak? rasa percaya memang kecil tetapi bermakna besar. rasa yang sulit dijabarkan namun jika dipegang dengan teguh maka memiliki makna yang besar baik dari segi kehidupan terkecil hingga bermasyarakat, bernegara dan dunia.

krisis kepercayaan seringkali berbanding lurus dan berkaitan erat dengan adanya krisis kepemimpinan. ketika dalam suatu organisasi mengalami krisis kepemimpinan dan hanya memiliki 1 atau 2 calon pemimpin. mau tidak mau dia atau salah satu dari merekalah yang akan menjadi pemimpinnya. terpilih atau tidak terpilih, memilih maupun tidak memilih maka hanya ada satu dari pilihan tersebut yang akan memimpin. terlebih lagi, Indonesia dengan sistem "Demokrasi voting" nya mengarahkan masyarakat untuk berfikir dan bertindak kolektif, hak-hak dan suara minoritas terpinggirkan sebaliknya suara mayoritas didengungkan bahkan terkesan dibesar-besarkan. lalu, sebelah mana Demokrasinya? mana keadilannya?

sudahlah lupakan masalah demokrasi yang jika dibahas akan jauh lebih panjang lagi dibandingkan maksud awal tujuan penulisan ini sendiri.

setelah terpilih salah seorang pemimpin, maka mu tidak mau, suka tidak suka rakyat atau bawahan harus percaya atau "terpaksa" mempercayakan tampuk kepemimpinan kepadanya. lalu, bagaimana jika celakanya orang yang terpilih (sengaja atau tidak sengaja) ini ternyata tidak berkompeten dan tidak profesional? Miris. sistem yang digadang-gadang sebagai sistem teragung nan sempurna di mata manusia ternyata tidak mampu menyempurnakan dirinya sendiri dalam penerapannya. jadi, kemanakah kepercayaan tersebut harus dibawa? haruskah kita tutup saja rasa percaya dan pengabdian tulus ini dan simpan rapat-rapat kedalam sebuah peti mati, simpan rapi dan berikan pita diatasnya? atau haruskah kita bermuka dua dengan menampilkan cantik dan eloknya diri kita yang dihiasi dengan kata-kata manis sementara perasaan kita sendiri sudah terkubur dalam sebuah lorong gelap yang disebut kematian? atau siapkah kita bersikap bijak dengan menerima keputusan forum dengan besar hati, mengabdi sepenuh hati. walaupun tidak dengan kontribusi fisik maupun materi, bukankah manusia dipersenjatai dengan senjata tercanggih di dunia yang bahkan mengalahkan sistem komputer paling canggih sekalipun? gunakan akal dan pikiran kita untuk senantiasa bersikap waspada, mengawasi, mengamati dan berikan saran serta kritik yangs ekiranya membangun untuk perbaikan di tahap berikutnya..

tentang manusia dan lingkungan


Manusia sebagai makhluk yang hidup dan berkembang dalam lingkungannya tentunya harus memperhatikan pula kelestarian lingkungan, bukan hanya sekedar mengeksploitasi keberadaannya dan sumber daya alam di dalamnya. Beberapa pendapat bahkan mengatakan bahwa sumber dari permasalahan lingkungan yang paling utama adalah manusia itu sendiri.
Lingkungan yang dihuni manusia sendiri pada umumnya ada dua macam, yakni lingkungan alam yang bersifat fisik dan lingkungan sosial yang merupakan tempat dimana manusia dengan hiruk pikuknya melakukan segala aktivitasnya.
Lingkungan alam sendiri memiliki berbagai macam bentukan dan terbagi lagi menjadi beberapa bagian seperti daratan dan lautan, ekosistem dengan segala kompleksitas makhluknya. Bumi sendiri disebut juga sebagai ekosistem besar yang terdiri dari berbagai komunitas, populasi dan interaksi antar biotik dan abiotiknya dengan berbagai permasalahan dan kompleksitas keseluruhan makhluknya
Alam diciptakan dengan segala keseimbangannya, berproses dan berdinamika mengikuti aliran waktu. Sistem dan hukum alam ini sedikit banyaknya terganggu dengan adanya manusia dan segala aktivitasnya. Ketimpangan keseimbangan ini memang bukan hanya disebabkan oleh manusia sebagai salah satu unsur pokoknya, tetapi juga bisa disebabkan oleh alam. Tetapi, pada kenyataannya manusialah yang berperan dominan sebagai salah satu perusak keseimbangan alam.
Pola iklim global yang mulai berubah, perubahan bentuk muka bumi, pergeseran penggunaan lahan, eksploitasi lahan yang tidak berkelanjutan yang pada akhirnya disadari ataupun tidak berpengaruh terhadap keseimbangan ekosistem ini sendiri.