Kamis, 28 November 2013

Laporan kegiatan Harmoni nusantara



Harmoni Nusantara merupakan salah satu kegiatan pentas seni dan budaya yang diselenggarakan oleh Universitas Pendidikan Indonesia yang dilalksanakan tepatnya pada tanggal 22 November 2013 pukul 19.30-22.00 WIB.
Harmoni Nusantara sebagai salah satu rangkaian agenda dalam kegiatan yang dilaksanakan atas kerjasama UPI dengan kementerian Perekonomian ini menampilkan berbagai seni tradisional dari daerah-daerah yang merupakan representasi dari Indonesia sebagai suatu negara kepulauan yang memiliki kekayaan tradisi dan budaya tiada duanya dengan berbagai macam ras, suku bangsa serta etnis didalamnya.
Acara ini dimulai pukul 19.30 dengan menampilkan suatu kabaret yang mencoba untuk menunjukkan masalah-masalah atau problema kehidupan dan dikemas dengan menarik dalam adat budaya Sunda. Berikutnya, penampilan dari Paduan suara yang membawakan berbagai macam lagu daerah mulai dari Jawa Barat, Kalimantan Barat, Papua, Ambon, Padang, dan Aceh. Lalu penampilan monolog yang menanpilkan dan menggambarkan perjuangan merebut serta kritik sosial dalam mempertahankan dan mengisi kemerdekaan Indonesia. Seorang pria masuk dan mencoba menampilkan lagu Satu Nusa Satu Bangsa menggunakan Biola, tetapi senantiasa salah hingga akhirnya ia frustasi dan membanting biola tersebut. Dilanjutkan dengan seorang pria yang masuk membawa bendera Merah Putih dan berperan layaknya seorang prajurit di tengah rentetan suara pistol dan membacakan Proklamasi Indonesia, kemudian ia menyalakan lilin di atas panggung sembari menyanyikan lagu Satu Nusa Satu Bangsa tetapi kemudian ia pula mematikannya dengan tangannya sendiri, sambil menggumamkan masalah-masalah yang masih ada selama 68 tahun umur Indonesia merdeka. Sebuah penampilan yang sederhana namun memiliki kesan dan pesan filosofis yang mendalam, menjadi suatu cerminan dalam kita merenungkan sejauh manakah kemerdekaan Indonesia ini kita rasakan.
Penampilan berikutnya menampilkan tarian daerah dari berbagai daerah di Indonesia. Peserta dibawa dan Diajak berkeliling nusantara dalam balutan harmonisasi seni budaya tari,musik dan lagu tradisional. Mulai dari ujung Timur papua, sulawesi, Kalimantan, Bali, Jawa, Sunda, Padang hingga Ujung barat Aceh. Suatu penampilan tari yang benar-benar merepresentasekan kekayaan budaya Indonesia dengan segala nilai-nilai kearifan dan keeksotisan budayanya. Sebuah kebanggan tersendiri ketika melihat suatu suguhan budaya yang khas dan unik yang merupakan hasil atau karya otentik budaya Indonesia dalam suatu miniatur kegiatan dan acara.
Penampilan demi penampilan muncul satu persatu, Pupuh, lagu tradisional, tari tradisonal, hingga ada satu momen yang mengajak seluruh peserta mengekspresikan apa yang ia rasakan dengan diiringi hentakan musik dalam sentuhan tradisional yang harmonis dan konstan, membuat seluruh peserta terlihat menggerak-gerakkan badannya bahkan maju ke depan panggung dalam mengekspresikan emosinya diiringi alunan musik yang membius. Acara pun ditutup dengan menyanyikan suatu lagu daerah Jawa Barat, yakni Bubuy Bulan dengan sentuhan peralatan modern. Suatu acara yang menginspirasi dan mengaspirasi, membuka mata, pikiran dan hati kita bahwa Indonesia bukanlah hanya pulau Jawa, Indonesia bukan hanya Jawa Barat, disini merupakan tantangan kita bagaimana dalam menjaga kelestariannya seni dan budaya tradisional ini sendiri.

Bandung, 23 November 2013

Selasa, 05 November 2013

Sederhana namun bahagia

Judul diatas mungkin terkesan "klasik" sekali.
betapa tidak, banyak sekali yang sudah mengatakan dan menyetujui slogan tersebut.
disini saya ingin menyeritakan cerita "sederhana nan bahagia" milik saya sendiri.
Tentunya tak ada yang menyangkal bahwa kebahagiaan itu kita sendiri yang menciptakan, bukan?
Dan bagi saya, bahagia itu sederhana.
Memanfaatkan waktu libur bersamanya, Sebuah Quality time di sela kepadatan jadwal dan ritme padat diantara kami.
Tak muluk, hanya sekedar makan bersama, mencari hobi atau berdiskusi bersama.
Seperti yang kami lakukan hari ini, libur kali ini kami manfaatkan dengan membeli ikan hias di Tegallega, hunting buku di Kalapa dan makan bakso bersama serta Online di kampus berdua. sebatas itu.
Bersamanya merupakan salah satu momen yang indah dalam hidup saya.
Membuat saya merasa beban saya berkurang, ditanggung bersama.
Dan kini saya siap menghadapi hari esok, dengan langkah kaki yang ringan tentunya.

Walaupun akhir-akhir ini saya merasa kamimulai berlebihan, tetapi tak henti-hentinya kami mencoba menyederhanakannya kembali.
Jadi, bagaimana Sederhana Namun Bahagia Versi kamu? ^^
Terimakasih banyak. M.Y.

Bandung, 5 November 2013