Selasa,
19 Februari 2013
Mahasiswa sebagai agen
perubahan dan menjadi salah satu tombak dalam pergerakan bangsa menjadikan
mahasiswa memiliki beban dan tanggung jawab yang harus dipikulnya. Salah satu
bentuk perjuangan serta pergerakan mahasiswa adalah dengan menulis dan membaca.
Membaca sejatinya merupakan sebuah proses menemukan informasi dari sebuah buku
atau sumber bacaan lainnya sedangkan berdiskusi dapat dikatakan sebagai salah
satu cara unuk menyampaikan informasi dan saling bertukar pikiran akan
informasi tersebut, dari diskusi juga dapat mengembangkan pola pikir dan
berlatih untuk melihat dari berbagai sudut pandang baik secara objektif maupun
secara objektif dari orang perorang. Kegiatan diskusi buku ini tidak lain
berfungsi sebagai salah satu media untuk penyampaian informasi serta berbagi
ilmu dari buku yang dibaca dan mengungkapkan berbagai pandangan serta bertukar
pikiran mengenai isi dari buku tersebut.
a.
Dunia Semar karya Ardian Kresna
Diskusi buku minggu ini
dimulai dengan pembukaan dari Saudari Rohaeni sebagai moderator dan penyampaian
isi buku dari saudara Muhamad Yunus yang mengulas buku berjudul Dunia Semar
karangan Ardian Kresna, salah satu penulis terkenal dalam spesialisasi
pewayangan. Buku ini secara garis besar menceritakan mengenai salah seorang
tokoh dalam dunia pewayangan yang muncul bersama tokoh punakawan lainnya yakni
Petruk, Gareng dan Bagong. Keempat tokoh ini dapat dikatakan sebagai tokoh yang
hanya muncul dalam dunia pewayangan di tanah air karena tokoh ini tidak muncul
dalam cerita pewayangan di negara lain, bahkan di tanah Hindustan sebagai
negara asalnya.
Semar digambarkan
sebagai sosok yang bijaksana dan menjadi pembawa “hidden curriculum” –memakai
istilah dalam dunia pendidikan yang dikutip oleh kang Yunus- yang pada awalnya
dimunculkan untuk memberikan warna baru yang bernuansa humor agar pementasan
pewayangan tidak monoton tetapi tetap sesuai dengan jalan ceritanya. Pementasan
wayang sendiri pada awalnya hanya dipentaskan pada acara-acara sakral tertentu
namun pada perkembangannya wayang jugalah yang menjadi salah satu media dakwah
dalam penyebaran agama islam seperti yang dilakukan oleh Sunan Kalijaga dari
tanah Jawa.
Semar sebagai salah
satu cerminan dari sifat manusia, secara filosofis digambarkan dengan bibir
tersenyum dan mata menangis sebagai cerminan dari dua sifat dasar emosional
manusia yang tak pernah terlepas dari kebahagiaan dan kesedihan yang saling
mengisi satu sama lain dan tidak dapat terpisahkan layaknya dua sisi mata uang
yang kehadirannya akan datang silih berganti dalam kehidupan manusia. Semar
digambarkan dengan memiliki raut wajah berkeriput tetapi rambut berkucir yang
merupakan cerminan dari keadaan manusia yang senantiasa memiliki sisi anak
kecil dalam dirinya. Semar juga digambarkan sebagai sosok yang memiliki perut
besar sebagai gambaran dari ketidakterbatasan hawa nafsu yang dimiliki oleh
manusia, dada besar sebagai gambaran dari sisi feminim yang dimiliki bahkan
olel pria serta berbadan bulat sebagai bentuk kesederhanaan dan kebijaksanaan
yang dimiliki manusia.
Dalam satu versi
mengenai asal dari tokoh semar ini menyebutkan bahwa semar berasal dari telur
yang diminta oleh Sanghyang Manunggal kepada Antaboga yang akhirnya pecah
menjadi 3 bagian yakni kuning telur yang akhirnya menjadi Batara Guru, Cangkang
telur yang pada akhirnya menjadi Bagong serta Putih Telur yang menjadi Semar
atau Batara Ismaya.
b.
Ethic at Work
Setelah penyampaian dan
penjelasan mengenai Semar sebagai salah satu tokoh pewayangan yang sering
menjadi ikon dalam dunia pewayangan di Indonesia pada khususnya, diskusi buku
dilanjutkan dengan penyampaian serta penjelasan isi buku yang berjudul Ethic at
Work oleh Saudari Lisna Rachmayanti. Buku ini ditulis oleh salah seorang
direktur pada lembaga kursus kepribadian di Amerika yang membuka cabangnya di Indonesia.
Buku ini berisi mengenai bagaimana etika dalam bekerja serta mencintai
pekerjaan yang digeluti. Selain etika dalam bekerja, buku ini juga mengajarkan
bagaimana etika dalam berperilaku dan memposisikan diri dalam berbagai keadaan
dan kondisi. Seperti bagaimana memposisikan diri ketika berbicara dengan lawan
bicara yang berasal dari kalangan high class tentunya akan berbeda dengan cara
kita berbicara dengan lawan bicara yang berasal dari kalangan low class atau
middle class. Buku ini juga menjelaskan mengenai bagaimana tata aturan dan
attitude dalam menjenguk orang sakit dan berinteraksi dengan rekan bisnis.
Ethic at Work pun
menjelaskan kepada pembacanya bagaimana cara membaca ekspresi, tingkah laku
serta tindakan seseorang yang menyiratkan apa yang dia pikirkan atau apa yang
dia rasakan. Buku ini bisa kita sebut sebagai buku kursus kepribadian dan buku
psikologis yang tentunya akan sangat bermanfaat bagi kita baik dalam kehidupan
sehari-hari, dalam pekerjaan dan bisnis maupun dalam kaitannya dengan interaksi
antar individu ataupun dalam masyarakat pada umumnya.
c.
Surat dari Sang Maha Pencipta
Surat dari Sang Maha
Pencipta merupakan kumpulan cerita dari seluruh dunia yang pada intinya
menceritakan penggalan-penggalan kisah mengenai kehidupan manusia dengan
berbagai permasalahan dan kendalanya dalam proses menemukan arti kehidupan dan
memaknai kehidupannya. Buku ini ditulis oleh Fani Krismawati atau memiliki nama
pena Vanny Chrisma W dan berisikan total 96 buah cerita pendek yang menggugah
emosi dan perasaan pembacanya yang disampaikan dan dipaparkan oleh Saudari Elin
Karlina.
Dalam salah satu cerita
dari buku Surat dari Sang Maha Pencipta ini berjudul Cerita Si Tukang Cukur
yang menceritakan mengenai interaksi antara tukang cukur dan orang yang dicukurnya.
Orang yang dicukur ini menanyakan mengenai eksistensi Tuhan, dia beralasan
bahwa jika Tuhan ada maka tidak akan ada di dunia ini orang yang berduka,
bersedih dan mengalami kesulitan. Ketika si tukang cukur kesulitan untuk
menjawabnya, maka si penanya tersebut merasa menang. Tetapi, sebelum keluar
dari tempat si tukang cukur tadi, mereka melihat seorang laki-laki yang
memiliki rambut gondrong dan panjang. Lalu tukang cukurpun berkata “saya yakin
tidak ada tukang cukur di dunia ini”. Tentu saja hal ini membuat orang yang
dicukur berkata dengan sedikit kesal “bagaimana mungkn kau mengatakan bahwa
tukang cukur itu tidak ada? Sementara saya baru saja selesai bercukur disini?”
lalu si tukang cukur itu pun menjawab “karena jika ada tukang cukur, maka tidak
akan ada orang yang berambut panjang dan gondrong”. Orang yang dicukur itu pun
diam. Hal ini menjelaskan bahwa bagaimana kita menganggap Tuhan itu ada
bukanlah berada dalam tataran logika manusia, melainkan berada dalam hati dan
sanubari setiap manusia dengan bagaimana usahanya mencapai tujuan dari hiduonya
sendiri.
Dalam judul lain buku
ini yang berjudul Surat dari Sang Maha Pencipta, penulis menguraikan sebuah
tulisan yang memposisikan dirinya sebagai Tuhan yang dengan sabarnya menunggu
Syukur dari hambanya yang bahkan tidak pernah mengingatnya namun tetap dengan
sifatnya yang Maha Pengasih dan Penyayang tetap memberikan Rezekinya kepada
setiap hambaNya. Hanya saja, sisi negatif dan celah yang menjadi kritikan dari
buku ini adalah kesan penulis yang memunculkan sifat Tuhan layaknya manusia
yang layaknya ingin mendapatkan pujian dan menunggu syukur dari hambaNya,
padahal Kuasa Tuhan tidak berbatas.
d.
Kemampuan Otak Bayi
Saudari Anita
Sukmayanti menyajikan sebuah paparan dari sumber bacaan yang ia dapatkan dari
artikel yang memuat mengenai kemampuan otak bayi dengan segala kelebihan dan
keutamaannya. Secara perkembangan sistem kognitifnya, manusia memang mengalami
perkembangan yang sangat pesat pada usia antara 0-3 tahun dibandingkan usia
lainnya. Artikel ini mengupas mengenai kemampuan bayi meraba dan mengartikan
emosi dari orang-orang di sekelilingnya, bagaimana ia merasakan kenyamanan dan
kehangatan dalam dekapan sang Ibu, merespons setiap tindakan dan stimulus yang
diberikan oleh orang-orang di sekelilingnya. Selain itu, bayi juga memiliki
kemampuan dalam meniru dan menilai karakter-karakter orang yang ada di
sekeliling mereka.
e.
Bukan Guru Umar Bakri karya Zaina Umuri
buku Bukan Guru Umar
Bakri ini menjadi penutup pembahasan pertemuan kami mengenai diskusi buku kali
ini. Buku ini menceritakan bagaimana seorang guru sebagai pendidik juga bisa
melakukan bisnis atau usaha-usaha lain yang dapat menunjang kondisi perekonomian
dan meningkatkan pendapatan disertai dengan kiat-kiat dan tips-tips dalam
pengelolaan usaha tersebut.
Sebagai seorang
pendidik, guru memiliki tugas, fungsi serta peranan menjadi seorang pendidik
dan pembimbing bagi peserta didiknya. Selain kedua tugas mulia tersebut,
seorang guru pun dituntut untuk memiliki kecakapan menjadi seorang tauladan,
trainer pendidikan, pendongeng dan tuntutan-tuntutan lain yang berkaitan erat
dengan profesi keguruannya.
Guru selain menjadi
tenaga pengajar dan pendidik di sekolah juga mampu dan boleh mengembangkan
sayapnya di bidang usaha dan bisnis lain dengan penguasaan kunci yang berupa
mengoptimalkan seluruh potensi yang dimiliki oleh guru untuk mengembangkan
usaha barunya. Selain itu juga dengan trik penguasaan dalam bidang yang
digelutinya dan melakukan pekerjaan yang digelutinya dengan cinta serta
senantiasa untuk mencoba berfikir realistis.