Bismillahirrahmanirrahiim
Seperti yang kita tahu (untuk umat muslim)
Dalam satu hari ada waktu istimewa, yakni di sepertiga
malam terakihr
Dalam satu minggu ada satu hari istimewa, yakni pada hari jum’ah
Dan dalam satu tahun ada satu bulan istimewa, yakni
bulan Ramadhan
Alhamdulillahirabbil ‘Alamiin, puji syukur tak pernah putus saya panjatkan
ke hadirat Allah SWT yang masih memberikan kami kesempatan beribadah dan
mengabdi pada-Nya dan mempertemukan kami dengan bulan suci nan berkah ini,
bulan Ramadhan.
Tulisan ini ditulis pada malam terakhir di bulan Ramdhan 1434 Hijriyah,
malam terakhir di bulan dengan penuh keberkahan dan limpahan maghfirah serta
nikmat yang diberikan secara spesial dari-Nya. Bualn dengan satu malam khusus
yang lebih baik dibandingkan seribu bulan, malam Lailatul Qadar. Malam ini
kedatangannya disembunyikan secara khusus oleh Allah dan hanya dengan kode
“satu malam di malam-malam ganjil terakhir di bulan Ramadhan” saja sebagai
pemecah kuncinya serta beberapa pendapat ulama mengenai ciri-ciri fisik
kedatangannya. Satu malam hadiah penuh limpahan Rahmat dari-Nya.
Ramadhan tahun ini terasa berlalu dengan begitu cepat, esok (atau pagi ini)
adalah hari terakhir kami menjalani ibadah Shaum Ramadhan di tahun ini.
Sementara itu, apa yang telah saya dapat?
Apa yang telah saya lakukan?
bagaimana kualitas ibadah kita di Ramadhan tahun ini?
apakah lebih baik dari tahun kemarin?
Goresan tinta emas kah yang kita tuliskan kali ini?
Atau malah tinta hitam yang mencoreng kesucian bulan ini?
Shaum kita mungkin full, tapi bagaimana dengan pahala puasanya?
semoga kita tidak termasuk golongan yang hanya mendapat haus, lapar dan
dahaga saja. Amiiin..
Rasanya masih banyak sekali kekhilafan yang saya lakukan bahkan di bulan
Ramadhan tahun ini. Rasanya belum puas jika Ramadhan tahun ini akan berakhir
begitu saja, masih ada satu hari tersisa. Target memang sudah tercapai, hanya
saja rasanya masih tetap ada yang kurang dan tidak sempurna. Bahkan mungkin
saya merasa saya merugi tahun ini karena Ramadhan tahun lalu terasa lebih baik
dibandingkan tahun ini. Tak akan saya biarkan satu hari terakhir ini berjalan
dengan sia-sia.
Semoga saya dipertemukan dengan Ramadhan-ramadhan di tahun tahun berikutnya
untuk menebus kekurangan saya di ramadhan tahun ini, Amiiin..
Taqoballahu minna wa minkum, Minal aidin wal Faidzin, mohon maaf lahir
Bathin.
Selamat tinggal bulan penuh berkah, sampai jumpa jika diberi umur dan
kesempatan di tahun depan.
Dan selamat datang hari nan fitri, hari kemenangan, hari kebebasan..
Alhamdulillahirabbil ‘Alamiin..
Cirebon, 07-8
2013. 0:10 WIB
Tidak ada komentar:
Posting Komentar