Rabu, 07 Agustus 2013

Catatan Akhir Ramadhan


Bismillahirrahmanirrahiim
Seperti yang kita tahu (untuk umat muslim)
Dalam satu hari ada waktu istimewa, yakni di sepertiga malam terakihr
Dalam satu minggu ada satu hari istimewa, yakni pada hari jum’ah
Dan dalam satu tahun ada satu bulan istimewa, yakni bulan Ramadhan
 
Alhamdulillahirabbil ‘Alamiin, puji syukur tak pernah putus saya panjatkan ke hadirat Allah SWT yang masih memberikan kami kesempatan beribadah dan mengabdi pada-Nya dan mempertemukan kami dengan bulan suci nan berkah ini, bulan Ramadhan.
Tulisan ini ditulis pada malam terakhir di bulan Ramdhan 1434 Hijriyah, malam terakhir di bulan dengan penuh keberkahan dan limpahan maghfirah serta nikmat yang diberikan secara spesial dari-Nya. Bualn dengan satu malam khusus yang lebih baik dibandingkan seribu bulan, malam Lailatul Qadar. Malam ini kedatangannya disembunyikan secara khusus oleh Allah dan hanya dengan kode “satu malam di malam-malam ganjil terakhir di bulan Ramadhan” saja sebagai pemecah kuncinya serta beberapa pendapat ulama mengenai ciri-ciri fisik kedatangannya. Satu malam hadiah penuh limpahan Rahmat dari-Nya.
Ramadhan tahun ini terasa berlalu dengan begitu cepat, esok (atau pagi ini) adalah hari terakhir kami menjalani ibadah Shaum Ramadhan di tahun ini.
Sementara itu, apa yang telah saya dapat?
Apa yang telah saya lakukan?
bagaimana kualitas ibadah kita di Ramadhan tahun ini?
apakah lebih baik dari tahun kemarin?
Goresan tinta emas kah yang kita tuliskan kali ini?
Atau malah tinta hitam yang mencoreng kesucian bulan ini?
Shaum kita mungkin full, tapi bagaimana dengan pahala puasanya?
semoga kita tidak termasuk golongan yang hanya mendapat haus, lapar dan dahaga saja. Amiiin..
Rasanya masih banyak sekali kekhilafan yang saya lakukan bahkan di bulan Ramadhan tahun ini. Rasanya belum puas jika Ramadhan tahun ini akan berakhir begitu saja, masih ada satu hari tersisa. Target memang sudah tercapai, hanya saja rasanya masih tetap ada yang kurang dan tidak sempurna. Bahkan mungkin saya merasa saya merugi tahun ini karena Ramadhan tahun lalu terasa lebih baik dibandingkan tahun ini. Tak akan saya biarkan satu hari terakhir ini berjalan dengan sia-sia.
Semoga saya dipertemukan dengan Ramadhan-ramadhan di tahun tahun berikutnya untuk menebus kekurangan saya di ramadhan tahun ini, Amiiin..

Taqoballahu minna wa minkum, Minal aidin wal Faidzin, mohon maaf lahir Bathin.

Selamat tinggal bulan penuh berkah, sampai jumpa jika diberi umur dan kesempatan di tahun depan.

Dan selamat datang hari nan fitri, hari kemenangan, hari kebebasan..
Alhamdulillahirabbil ‘Alamiin..

Cirebon, 07-8 2013. 0:10 WIB

Tidak ada komentar:

Posting Komentar